Asal Mula Distro

Yang muda yang berjaya. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar ketika membahas hal-hal yang berhubungan dengan pergerakan anak muda. Bahkan Soekarno, presiden pertama RI, pernah berujar bahwa seribu pemuda mampu mengguncang dunia. Banyak hal-hal yang diprakasai anak muda dalam mencetuskan ide atau gagasan baru untuk masyarakat luas. Ini bisa terjadi lantaran anak-anak muda mampu memandang segala hal dalam sudut pandangnya yang masih murni namun tetap mengandalkan kesuksesan dalam berpikir yang telah mendahului mereka. Artikel ini akan mengulas sejarah Distro clothing.

Pergerakan Distro

Distribution Store, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Distro, adalah salah satu terobosan baru dalam dunia fashion clothing. Gaungnya pertama kali didengar di kawasan Bandung dalam setengah perjalanan tahun 1990. Saat itu, warga Bandung tengah menggandrungi musik-musik berlabel indie. Para musisi indie yang notabene memproduksi karyanya dengan dana mandiri, menemukan cara untuk menambah pemasukannya dengan menjual kaset atau CD band mereka dan beberapa merchandise seperti kaos, jaket, dan topi.

Memasuki 1997, krisis moneter mulai berdampak pada beberapa industri kecil menengah. Hal ini kemudian memaksa para anak muda dalam band mereka masing-masing memutar otak untuk tetap bertahan, mengingat semua harga bahan dijual dengan cukup tinggi. Maka, tercetuslah ide untuk membuat label indie dalam dunia fashion yang sekarang kita kenal dengan Distro.

kaos distro kerenMasa Depan Distro

Masyarakat Indonesia, khususnya para anak muda, percaya bahwa pakaian atau sandang merupakan hal yang tidak akan pernah lepas dari daya beli para konsumen, dan perkembangan bisnis sablon kaos selalu berkembang sebab inilah yang masih mereka butuhkan dalam kebutuhan mereka sehari-hari. Untuk menjaga agar Distro tidak mudah dilupakan adalah terus mencari ide-ide baru dan segar juga kreatif dalam pemasaran barang-barang Distro. Inovasi dalam produksi barang juga perlu dipertimbangkan agar para konsumen tidak merasa jenuh saat berbelanja serta banyaknya sablon kaos satuan yang hadir di kota-kota besar.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah untuk tidak meninggalkan sejarah Distro clothing, tentang bagaimana mereka harus survive di tengah krisis. Seperti yang dilantangkan juga oleh Soekarno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!” untuk semangat yang pernah berkobar dan tidak pernah padam bagi kaum muda.

sablonsukasuka

sablonsukasuka

jasa sablon kaos murah
sablonsukasuka

Latest posts by sablonsukasuka (see all)

Comments are closed.